Pengertian Kecemasan

Kecemasan merupakan sebuah keadaan emosional yang tidak mengenakkan yang disertai oleh perasaan subyektif seperti ketegangan, kehawatiran, ketakutan, dan kegelisahan, serta gejala otonomik dalam perubahan proses fisiologis kelenjar hormon dan sistem saraf simpatis seperti detak jantung dan pernafasan, dan bersifat adaptif. Hal ini terjadi manakala seseorang merasa terancam oleh suatu situasi yang dianggapnya membahayakan dan tidak mampu untuk diatasi atau sebagai respons terhadap stres atau konflik yang biasanya tidak dapat diketahui dengan jelas penyebabnya.

Kecemasan adalah berbeda dengan ketakutan (Branca, 1964). Ketakutan merupakan respon terhadap hal-hal tertentu, biasanya berupa orang, obyek, atau situasi yang terdapat di sekitar orang yang merasa takut seperti ular atau anjing, sedang kecemasan merupakan respon yang lebih umum dan samar-samar. Hal ini biasanya terjadi saat seseorang khawatir terhadap sesuatu hal yang akan terjadi pada dirinya di masa-masa yang akan datang. Ketakutan merupakan reaksi emosional yang khusus terhadap beberapa obyek, orang, atau situasi tertentu yang terjadi di masa sekarang sedang kecemasan merupakan reaksi umum terhadap beberapa kejadian yang tidak menyenangkan atau menyakitkan, yang mungkin terjadi pada diri seseorang di masa-masa yang akan datang.
Kelvens (1997) menjelaskan bahwa kecemasan merupakan sebuah keadaan emosional tidak mengenakkan yang disertai oleh perasaan tak menentu seperti bimbang, takut, resah, dan gelisah, yang tidak jelas penyebabnya, atau dengan kata lain, tidak memiliki sumber yang obyektif. Kecemasan pada taraf tertentu dapat mengakibatkan seseorang kehilangan kendali atas kemampuan berfikir, bersikap, dan berperilakunya.
Spielberg (Kuper & Kuper, 2000) menjelaskan bahwa kecemasan berkaitan dengan kondisi atau keadaan emosi yang tidak enak, proses psiko-fisiologis kompleks yang terjadi akibat stres, dan perbedaan kecenderungan perasaan cemas pada masing-masing orang akibat pengaruh kepribadian. Perasaan cemas muncul manakala seseorang menganggap atau menafsirkan bahwa suatu rangsangan atau situasi bisa membahayakan, mengancam, atau mengganggu mereka. Intensitas dan jangka waktu terjadinya perasaan cemas itu akan sebanding dengan besarnya ancaman situasi yang dihadapi orang itu dan setara dengan penafsirannya bahwa suatu situasi itu mengancamnya. lihat Gejala Kecemasan

3 Tanggapan

  1. […] Perasaan subyektif yang menyertai terjadinya kecemasan berupa ketegangan, ketakutan, gugup, dan khawatir yang bisa berubah-ubah intensitas serta fluktuasinya terhadap waktu sebagai fungsi dari besarnya stres yang diderita seseorang. Ketenangan dan kedamaian menandakan tidak adanya kecemasan yang terjadi pada seseorang. Ketegangan, rasa takut, dan gugup muncul pada tingkat kecemasan sedang dan rasa takut, tegang, dan panik yang amat sangat menunjukkan kecemasan tingkat tinggi. Sedang perubahan proses fisiologis tubuh yang terjadi dalam keadaan cemas antara lain adalah naiknya detak jantung, cucuran keringat, ketegangan otot, nafas yang tidak teratur, rasa kering di mulut, mual-mual, atau gangguan otot dan tulang seperti gemetaran, gemeletuk, merasa lemas, dan tak bertenaga. lihat pengertian kecemasan […]

  2. […] lain tentang ciri-ciri adanya kecemasan pada diri seseorang seperti dikemukakan oleh Maramis (1994) […]

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: