PENGARUH KOMPONEN PENGELUARAN AGREGAT TERHADAP PERMINTAAN AGREGAT IMPOR INDONESIA PERIODE 1970-2001 DALAM JANGKA PANJANG DAN JANGKA PENDEK

*ABSTRACT*

/The aims of this research are to examines the long-run relationship
between Indonesian aggregate imports demand and the components of
aggregate expenditures and relative prices using Engle-Granger
cointegration analysis. An error correction model is proposed to model
the short-run response of imports to its determinants. Annual time
series data for the period 1970-2001 are used. The long-run relationship
between aggregate imports and the macroeconomic components of aggregate
expenditures namely private consumption expenditure, government
consumption expenditure, investment expenditure and exports of goods and
services, is investigated because the different components of aggregate
expenditure might have a different impor contents. If this were true,
the use of a single demand variable in the aggregate import demand
function would lead to aggregation bias. The results of the analysis
show that in the long-run the components of private consumption
expenditure, investment expenditure, export of goods and services and
relative prices are statistically significant in determining Indonesian
aggregate demand for imports in both the long-run and the short-run. An
Error correction term (EC_t-1 )is also statistically significant. This
result express that in the short-run the proportion of disequilibrium of
aggregate import demand in one period will be corrected in the next period./

Artinya :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jangka panjang antara
permintaan agregat impor Indonesia dengan komponen pengeluaran agregat
dan harga relatif impor menggunakan analisis kointegrasi
/Engle-Granger/. /Error correction model/ digunakan untuk mengetahui
dampak jangka pendek antara impor dengan faktor-faktor penentunya
menggunakan data /time series /tahunan pada periode 1970-2001. Hubungan
jangka panjang antara permintaan agregat impor dengan komponen-komponen
makroekonomi dari pengeluaran agregat, yaitu pengeluaran konsumsi rumah
tangga, pengeluaran konsumsi pemerintah, pengeluaran investasi serta
ekspor barang dan jasa diteliti karena perbedaan komposisi dalam
komponen pengeluaran mengakibatkan perbedaan dalam kandungan impor. Jika
hal ini benar, penggunaan variabel permintaan tunggal pada fungsi
permintaan impor akan menyebabkan terjadinya bias. Hasil analisis
menunjukkan bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran
investasi, ekspor barang dan jasa serta harga relatif impor secara
statistik signifikan menentukan permintaan agregat impor di Indonesia
baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. /Error correction
term/ (EC_t-1 ) juga secara statistik signifikan. Hal ini menyatakan
bahwa dalam jangka pendek, proporsi ketidakseimbangan pada permintaan
agregat impor dalam satu periode akan dikoreksi pada periode berikutnya.

*LATARBELAKANG PENELITIAN*

Perekonomian dunia dewasa ini telah semakin menunjukkan gejala
interdependensi, yaitu sudah berlangsungnya hubungan timbal balik antara
belahan-belahan dalam sistem perekonomian dunia dan saling bergantungnya
perkembangan di satu belahan dunia dari perkembangan di belahan-belahan
dunia yang lainnya. Peningkatan kegiatan niaga dalam lalu lintas
internasional menyentuh kepentingan negara-negara berkembang maupun
negara industri. Kebanyakan negara-negara dewasa ini mempunyai ciri
perekonomian terbuka, artinya lalu lintas kegiatan ekonomi luar negeri
mengandung arti yang besar sekali bagi kepentingan ekonomi suatu negara.

Dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat, pembagian kerja menjadi
semakin pesat, sebagai akibatnya semakin meningkat pula produksi barang
dan jasa yang dibutuhkan untuk memuaskan masyarakat. Perkembangan
spesialisasi berarti pula perkembangan perdagangan, karena tidak semua
sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa dapat
diperoleh di dalam negeri, akibatnya perdagangan antar negara akan
meningkat dengan cepat.

Perdagangan menciptakan keuntungan dengan memberikan peluang kepada
setiap negara untuk mengekspor barang-barang yang diproduksinya dengan
menggunakan sebagian besar sumber daya yang berlimpah terdapat di negara
yang bersangkutan serta mengimpor barang-barang yang produksinya
menggunakan sumber daya yang langka di negara tersebut.[1] <#_ftn1>

Indonesia sebagai negara berkembang masih memiliki ketergantungan yang
cukup tinggi terhadap produk dan faktor produksi dari luar negeri, dalam
upaya untuk mendukung ekspor non migasnya.

Perkembangan ekspor dan impor Indonesia untuk periode 1970-2001 dapat
dilihat pada grafik 1.1. Ekspor maupun impor Indonesia memiliki
kecenderungan untuk terus meningkat meski terdapat penurunan pada
tahun-tahun tertentu. Bila diperhatikan, fluktuasi ekspor dan impor yang
terjadi cenderung selalu sama. Yakni pada saat ekspor meningkat,
imporpun meningkat. Demikian pula sebaliknya pada saat ekspor turun,
impor ikut menurun. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara
ekspor dan impor.

Krisis ekonomi tahun 1997 yang dialami Asia Tenggara termasuk Indonesia
telah membawa pengaruh pada permintaan impor. Dimana selama tahun
1997-1999 terjadi penurunan nilai impor.

Melewati tahun 2000, nilai impor Indonesia mengalami peningkatan.
Peningkatan ini terkait dengan meningkatnya kebutuhan bahan baku dan
barang modal yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan produksi dalam negeri.

Dari uraian mengenai perkembangan ekspor dan impor Indonesia, dapat
dikatakan bahwa impor secara tidak langsung menjadi penunjang
pertumbuhan ekonomi, karena bahan baku/penolong maupun barang modal yang
diimpor dipergunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan diekspor.

Menurut konsep permintaan impor tradisional, faktor yang dianggap
dominan dalam mempengaruhi permintaan impor adalah faktor pendapatan
nasional dan harga relatif impor dimana ukuran pendapatan nasional yang
sering digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB) riil.

Menurut teori, selain dari sisi produksi (sektoral), PDB dapat pula di
lihat menurut penggunaan (pengeluaran) yang secara garis besar
menggambarkan struktur penggunaan pendapatan nasional untuk konsumsi dan
investasi. PDB menurut pengeluaran juga diartikan sebagai permintaan
akhir domestik. Permintaan yang dimaksud adalah permintaan akhir yang
dibedakan menurut permintaan dalam dan luar negeri. Permintaan dalam
negeri terdiri dari pengeluaran konsumsi rumah tangga/swasta (/private
consumption expenditure/), pengeluaran konsumsi pemerintah (/government
consumption expenditure/), Pengeluaran investasi (/expenditure on
investment goods/), sedangkan permintaan luar negeri merupakan ekspor
barang dan jasa (/export of goods and services/).[2] <#_ftn2>

Grafik 1.2 menunjukkan perkembangan PDB menurut penggunaannya dari sisi
permintaan dalam negeri, yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga,
pengeluaran konsumsi pemerintah dan investasi pembentukan modal bruto
untuk periode 1970-2001. Pada grafik 2.1 terlihat bahwa dari tahun
ketahun pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan komponen pengeluaran
yang paling besar, diikuti oleh pengeluaran investasi pembentukan modal
bruto dan pengeluaran konsumsi pemerintah, dimana pada akhir periode
tahun 2001 jumlah pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 67,26% dari
PDB, pengeluaran investasi pembentukan modal sebesar 21,81% dan
pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 7,18%.

Dengan demikian, komposisi komponen pengeluaran agregat (/aggregate
expenditure components/) atau permintaan akhir (/final demand
expenditure/) ternyata menjadi faktor penting yang menentukan tingkat
permintaan agregat impor. Komponen pengeluaran agregat yang terdiri atas
pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi pemerintah,
pengeluaran investasi serta ekspor barang dan jasa diteliti dengan
alasan bahwa adanya perbedaan dalam komponen ini dapat mengakibatkan
perbedaan dalam kandungan permintaan impor. Jika hal ini benar, maka
penggunaan variabel pendapatan tunggal dalam fungsi permintaan impor
tradisional dapat mengakibatkan terjadinya bias.

BERSAMBUNG………………………

*JIKA ANDA BERMINAT DENGAN SKRIPSI VERSI LENGKAPNYA, SILAHKAN PESAN:
CARA SMS
Ketik : Pesan EP-01
Kirim Ke : 081949785959
CARA EMAIL
Pesan EP-01
Kirim Ke : Indiegos@gmail.com <mailto:Indiegos@gmail.com>
Donasi Rp.50.000,-
Pembayaran Ditransfer ke Rekening :
Atas Nama : Nur Fatimah
No Rek : 318501000831507
BANK RAKYAT INDONESIA (BRI)
Setelah Transfer silahkan konfirmasi kami, File akan kami kirim langsung
ke email anda setelah anda melakukan pembayaran donasi tsb.*

————————————————————————

[1] <#_ftnref1> Krugman, Paul R. Obtsfeld, Maurice. (1999) "/Ekonomi
Internasional Teori dan Kebijakan/" edisi kedua, buku pertama:
Perdagangan, Rajawali Pers, Jakarta, hal. 15

[2] <#_ftnref2> Dornbusch, Rudiger. Fischer, Stanley. Startz, Richard.
(1998) "/Macroeconomics/" 7^th Edition, McGraw-Hill, p. 23

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: